SEMARANG – Pembelajaran Bahasa Inggris kini tidak lagi terbatas pada metode konvensional berupa hafalan tata bahasa. Di SMA Krista Mitra, para siswa kelas XII (Fase F) diajak untuk menembus batas literasi melalui proyek kolaboratif pembuatan novel berbahasa Inggris dan adaptasi film pendek.


Langkah inovatif ini merupakan wujud nyata dari implementasi pembelajaran teks multimodal. Teks multimodal menjadi topik utama pembelajaran Bahasa Inggris Tingkat Lanjut Fase F. Teks multimodal sendiri adalah teks yang menyampaikan makna dengan menggabungkan lebih dari satu jenis mode komunikasi, antara lain linguistik, visual, audio, spasial, dan gestur. Di era digital saat ini, kemampuan memahami dan menghasilkan teks tidak lagi terbatas pada bentuk tulisan, melainkan mencakup berbagai mode komunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran teks multimodal menjadi penting bagi siswa agar mereka mampu menginterpretasikan dan menyampaikan informasi secara lebih efektif, kreatif, dan kontekstual.

Untuk mencapai tujuan tersebut, penerapan pembelajaran teks multimodal di kelas 12 menghadirkan inovasi melalui proyek kolaboratif novel. Novel merupakan contoh teks multimodal, dimana menggabungkan mode komunikasi linguistik, visual, dan spasial. Dalam proyek ini, siswa tidak hanya belajar memahami teks, tetapi juga mengeksplorasi kreativitas sekaligus mengembangkan keterampilan berbahasa secara lebih mendalam.
Proses kreatif ini tidak dilakukan dalam semalam. Selama lima bulan, siswa menjalani proses penulisan yang terstruktur dengan bimbingan guru. Mereka menyusun cerita, merevisi karya, dan mendokumentasikan perkembangan melalui jurnal kegiatan. Proses ini dilakukan secara kolaboratif dalam kelompok, sehingga siswa dapat saling bertukar ide, memberikan umpan balik, serta meningkatkan kemampuan komunikasi dan berpikir kritis.
Tidak sekadar berkutat pada teks, daya imajinasi siswa juga ditantang untuk merancang aspek visual novel. Mereka mendesain sampul dan ilustrasi karakter yang merepresentasikan isi cerita. Berbagai karya dengan visual memukau berhasil dilahirkan, mulai dari novel bertajuk What If, Vote Wars, Journey to Alma mater, hingga Doomsday.




Pada tahap akhir, setiap kelompok mempresentasikan hasil karya mereka sebelum novel dicetak menjadi bentuk fisik. Pengalaman ini memberikan kebanggaan tersendiri sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap proses kreatif secara menyeluruh.

Menariknya, proyek ini turut diintegrasikan lintas disiplin dengan mata pelajaran Bahasa Inggris Umum, di mana novel yang telah dibuat akan diadaptasi menjadi film pendek. Melalui kegiatan ini, siswa mampu menghasilkan teks multimodal dalam bentuk cetak dan digital dengan memadukan unsur linguistik, visual, spasial, gestur, dan audio, sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Melalui penguasaan teks multimodal, siswa tidak hanya meningkatkan keterampilan berbahasa, tetapi juga mengembangkan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta kreativitas dalam mengolah pesan. Hal ini relevan dengan kebutuhan komunikasi masa kini yang semakin dinamis, di mana informasi sering disajikan dalam berbagai bentuk yang saling melengkapi, sehingga siswa perlu dibekali kemampuan untuk memahami dan memproduksi teks secara lebih komprehensif.
Penulis Fera Yusniawati, S.Pd.
Guru Bahasa Inggris
