Retret Guru & Siswa
Mengundurkan diri sejenak dari kebisingan rutinitas harian untuk mempererat hubungan pribadi dengan Sang Pencipta dan memulihkan kesehatan batin.
Mundur untuk Melangkah Lebih Jauh
Menurut kamus Inggris-Indonesia yang disusun oleh John M. Echols dan Hasan Shadily, istilah “retreat” berarti mundur, atau tempat pengasingan diri. Istilah ini juga sejalan dengan kata bahasa Prancis “la retraite” yang memiliki arti menjauhkan diri dari kesibukan duniawi.
Melalui retret, guru dan siswa meluangkan waktu khusus di tempat yang tenang untuk membangun kerohanian pribadi dalam perenungan religius. Dengan menyepi, setiap orang bisa semakin mengenali kepribadian diri sendiri, menumbuhkan empati kepada sesama, mendekatkan diri kepada Tuhan, serta menemukan kembali jati diri dan tujuan hidup yang sejati.

Metode & Pembinaan Retret
Bagaimana kami mengemas proses pembinaan kerohanian secara utuh
Teratur & Sistematis
Kegiatan retret dikemas secara sistematis melalui ibadah bersama, sesi renungan firman Tuhan, doa syafaat personal, pemulihan luka batin, serta refleksi hening malam.
Ketenangan & Pemulihan
Membantu memulihkan keletihan psikologis dan rohani akibat rutinitas kesibukan harian. Memberikan ruang kelegaan mental agar guru dan siswa memiliki gairah belajar yang baru.
Pembentukan Karakter
Menjadi momen berharga untuk membentuk karakter Kristiani yang berakar kuat pada nilai Alkitabiah, baik untuk jenjang SMP maupun SMA, diselenggarakan di luar kota Semarang.


