SEMARANG – Masifnya perkembangan teknologi digital membuat siswa semakin terbiasa menggunakan gawai dan komputer dalam kegiatan belajar. Kondisi tersebut memberikan banyak manfaat, tetapi juga menyebabkan kebiasaan menulis tangan mulai berkurang. Akibatnya, masih ditemukan tulisan siswa yang kurang rapi, sulit dibaca, serta memiliki kesalahan dalam penggunaan ejaan, huruf kapital, tanda baca, dan penulisan kata. Merespons fenomena kemunduran kebiasaan menulis manual ini, SMA Krista Mitra mengambil langkah proaktif dengan menggulirkan program "I Love to Write" guna membangun kembali budaya menulis tangan di sekolah.

Menulis tangan bukan sekadar menghasilkan tulisan yang rapi, tetapi juga melatih ketelitian, konsentrasi, kesabaran, dan kemampuan menyusun gagasan. Melalui kegiatan menulis secara rutin, siswa dapat dibiasakan menggunakan bahasa Indonesia sesuai kaidah, menyusun kalimat secara efektif, serta menghubungkan antarkalimat dan antargagasan secara kohesif dan koheren. Dengan demikian, keterampilan menulis siswa dapat berkembang secara menyeluruh, baik dari segi bentuk maupun isi.

Budaya menulis tangan dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana, seperti menulis satu paragraf setiap hari, membuat jurnal, merangkum materi, menulis refleksi pembelajaran, atau mengembangkan gagasan berdasarkan suatu tema. Guru dapat memberikan contoh tulisan yang baik serta memberikan koreksi dan apresiasi terhadap perkembangan siswa. Penilaian dapat mencakup kerapian, keterbacaan, ketepatan ejaan, tanda baca, struktur kalimat, kohesi, dan koherensi.

Melalui pembiasaan yang konsisten ini, SMA Krista Mitra berharap keterampilan menulis tangan para siswanya dapat kembali meningkat. Siswa tidak hanya ditargetkan mampu menghasilkan tulisan yang rapi, tetapi juga piawai menuangkan pikiran secara logis, sistematis, dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Menggoreskan pena di atas kertas diyakini menjadi salah satu cara paling sederhana namun fundamental untuk melatih ketelitian, membangun budaya literasi, dan menajamkan keterampilan berbahasa di era modern.

Penulis Yulius Prihartanto, S.Pd.
Guru Bahasa Indonesia
